Jumat, 19 Oktober 2012

Why Oh Why

Kenapa aku menikmatinya?

Kalian mgkn skrg yg justru geleng2 kepala. Ngelus dada. Bingung mau nasehatin aku apa lagi.

Karena sungguhpun aku juga sama sekali gak ngerti kenapa.
Aku cinta dia, tapi aku tak lagi menemukan kenyamanan dicintai  olehnya.

dan aku masih aja yakin buat nikah. Meski gak yakin aku akan bahagia. :")

Entah.. harus berapa lagi hati yang harus kusinggahi, untuk memuaskan setiap raaa tidak bahagia.
Mereka kah yang pegang bahagiaku? Mungkin tidak.

Kamu salah pilih.
Larilah, selagi bisa.
Pikir ulang.
Kamu yakin?
Jangan memaksakan diri.

Rasanya semua kata2 itu terbisik lirih dr setiap tatapan orangtua maupun teman. Semua yang mengerti. Semua yang masih peduli padaku.
Dan aku, hanya bs tersenyum getir membalasnya.
"Aku bisa apa?"

Syndrom ini menyiksaku.
Aku ga bisa jd dokter yang ninggalin pasiennya gt aja. Terlalu jahat. Kejam.
Tp apa iya aku harus terus menungguinya?
Memapahnya perlahan sampai dia bisa berdiri sendiri.
Berjalan, kemudian meninggalkanku sendiri suatu saat nanti.

Aku menikmati ini.
Entah kenapa.
Menikmati menjadi dokternya.
Juga menikmati menjadi pasien yang lain.
Haruskah begitu?
Tidak bisakah dokter dan pasien saling mengobati satu sama lain?

Entahlah... jangan hakimi aku.
Sudah terlalu banyak yg begitu.

Ayus - Bad Girl Ever

3 komentar:

  1. Dear ayus,
    you are not the bad girl ever. maybe I AM the bad girl ever (╯︵╰,)

    aku masih tetep berpendapat sama, kalian harus komunikasi.
    setelah komunikasi, baru jelas deh harus gimana.
    *peyuk*

    BalasHapus
  2. Aaakkk... syndrom ini sungguh menyiksaku (╯︵╰,)

    Salahkan hatiku yang tak pernah tega (┌_┐)

    BalasHapus
  3. Lebih buruk mana denganku?
    ah, kenapa hidupku rasanya tak pernah "benar", selalu saja salah dan tersesat.... *pukpuk kita semua*

    BalasHapus